Skoliosis #1: Terdeteksi

21/12/2011

Minggu lalu, saya dan tiga orang kawan berkunjung ke RSCM untuk menjalani rontgen thorakal, tes urin dan hemolisa untuk urusan pekerjaan. Jujur, itulah kali pertama saya menjalani medical check-up. Saya takut dengan jarum suntik dan darah, juga tidak menyenangi hawa rumah sakit.Namun, syukur Alhamdulillah, tes darah yang saya anggap momok ternyata bisa saya lalui dan tidak pingsan seperti tiga tahun lalu di Solo. Proses rontgen juga tidak memakan waktu lama. 

Dan kemarin akhirnya kami kembali ke RSCM untuk mengambil hasil tes. Hasil tersebut akan kami bawa ke Majelis Penguji Kesehatan (MPK) guna memastikan kelayakan kami dari sisi medis untuk mengemban pekerjaan di kantor. Saat tiba di RSCM, kami memutuskan untuk mengambil hasil tes rontgen terlebih dahulu. Paviliun Kemuning yang melayani radiologi kebetulan lokasinya paling terjangkau dari lobi.

Saya tak pandai membaca hasil pindai X-ray, jadi yang pertama saya cermati adalah selembar kertas hasil pemeriksaan yang ditandatangani dokter radiologi. Disitu tertulis:
Teman sejawat yang terhormat,

CTR <50%, aorta dan mediastinum superior tak melebar
Trakea di tengah, kedua hilus tak melebar
Corakan bronkovaskular kedua paru tak tampak kelainan
Diafragma dan kedua sinus kostofrenikus tak tampak kelainan
Tampak skoliosis kolumna vertebra thorakal

Kesimpulan:
Skoliosis thorakal
Tiba di baris terakhir, seketika dahi saya mengrenyit. Buru-buru saya membandingkan hasil pemeriksaan milik ketiga kawan saya. Ketiganya sama persis. Tak ada temuan apapun. Skoliosis thorakal? Apa maksudnya?

Kami penasaran. Ros, salah satu teman saya, inisiatif menanyakan ke temannya yang dokter lewat pesan instan Blackberry. Sementara saya langsung mengetik kata kunci di mesin pencari. Wikipedia pun seketika menyuguhkan jawaban untuk saya:
Scoliosis is a medical condition in which a person's spine is curved from side to side.
Ah, bagaimana saya bisa lupa arti skoliosis yang muncul dalam pelajaran biologi di bangku SMA. Lordosis, kifosis, skoliosis... Ya, samar-samar saya ingat ilustrasi orang dengan berbagai kelainan tulang belakang dalam text book Biologi kala itu. Pikiran saya berkecamuk. Saya ingin dokter memberi penjelasan rinci tentang kelainan ini. Pelajaran biologi SMA hanya menjelaskan secara general, atau kalaupun dulu telah dijelaskan dengan detail, saya sudah tak bisa menggalinya lagi dari memori jangka panjang saya...

Picture via gettyimages.co.uk

0 comment(s):

Post a Comment

Loading...