Seperempat Hari di Helsinki

4 May 2013
 Laut Baltik beku

Lalu lalang kapal pesiar adalah pemandangan yang jamak di kepulauan Stockholm. Kapal-kapal tersebut dapat membawa pelancong menyinggahi beberapa kota di Finlandia, Latvia, Estonia, atau sekadar berlayar mengitari pulau-pulau di Laut Baltik. Bulan Maret lalu, saya dan suami pun mencoba debut pertama kami naik kapal pesiar M/S Mariella dari Stockholm ke Helsinki. Kebetulan kami mendapatkan tiket promo untuk perjalanan Stockholm-Helsinki-Stockholm. Satu kabin terdiri dari 4 bunk beds yang nyaman. Fasilitas di dalam kabin cukup representatif seperti layaknya youth hostel, antara lain tersedia toiletries, handuk, gelas minum dan beberapa bungkus permen rasa mint coklat.

Finlandia Hall

Perjalanan dari Stockholm ke Helsinki ditempuh selama kurang lebih 15 jam. Kapal bergerak meninggalkan Stockholm pada pukul 16:30 dan tiba di Helsinki keesokan harinya sekitar pukul 10:00 waktu setempat. Selepas menambatkan jangkar, tidak lama waktu yang disediakan bagi penumpang untuk berkeliling Helsinki, hanya 6 jam saja.

Kiasma

Kunjungan kami ke Helsinki dalam seperempat hari adalah sebuah peziarahan urban, menilik sejarah yang mengukir wajah sebuah kota. Setelah sekian lama berada dalam kungkungan otoritas Kerajaan Swedia, hingga kemudian jatuh ke tangan Russia, Finlandia pun berusaha untuk membentuk jati dirinya lewat arsitektur. Helsinki yang direncanakan oleh Tsar Russia sebagai "The Little St Petersburg", kini menjelma menjadi metropolis modern, dimana bangunan postmodern dan fungsionalis kini bersanding harmonis dengan gedung-gedung art nouveau dan neoklasik.

Helsinki Cathedral

Kami menapaktilasi karya-karya Alvar Aalto yang memberikan warna berbeda bagi negara yang baru mendapatkan kemerdekaannya pada awal abad ke-20 ini, mulai dari Finlandia Hall hingga toko buku Akateeminen kirjakauppa. Tak lupa menyinggahi Kiasma, sebuah galeri seni berdesain hasil sayembara yang  dimenangi oleh Steven Holl, arsitek asal Amerika. Kami menyusuri jalanan utama yang menjadi lalu lintas tram. Disana-sini kami masih bisa menjumpai vintage neon signs dari dekade 60-70an yang menghadirkan memori dan estetika masa perang dingin.


Gedung Kantor Pos Helsinki

Pukul 16:00 kami sudah harus kembali ke kapal untuk bersiap bertolak ke Stockholm. Dari anjungan kapal, kami sempat menyaksikan salah satu ritual alam paling indah: matahari terbenam di Laut Baltik. Subhanallah! Rasanya saya mau menumpang M/S Mariella lagi hanya untuk menikmati matahari yang pelan-pelan tenggelam dari horizon itu.

video
Video singkat matahari terbenam yang saya rekam dari kapal.


Dokumentasi perjalanan kami di Helsinki selama seperempat hari.

Ada Doa Terselip dalam Setiap Lembar Kartupos

3 Apr 2013
Tulislah asamu dalam setiap lembar kartupos yang kau kirimkan. Ketika kau menggoreskan penamu pada secarik kartupos, maka harapanmu tak lagi berupa sekelebat angan dalam kepala. Ia menjadi sesuatu yang tangible. Kau mampu menyentuhnya, merabanya, membauinya. Saat kau kirimkan kartupos tersebut, maka kau menerbangkan mimpi-mimpimu bersamanya. Ia mengarungi perjalanan yang tak sebentar. Mungkin melintas samudera dan benua. Hingga kemudian ia tiba di tangan sesorang yang menerimanya dengan sukacita, yang membaca dan mengamininya.

Seandainya kau bisa mengumpulkan kembali semua kartupos yang telah kukirim ke negara-negara Nordic, tentunya kau akan dapat membaca sebuah harapan yang selalu kurepetisi. Hampir 2 tahun silam sejak pertama kali menerima kartupos pertama dari Finlandia, aku senantiasa menyelipkan doa yang sama di setiap kartupos yang kukirim ke negeri-negeri di lingkar Arctic itu. Doa yang kutulis berulang-ulang bahwa aku ingin berkunjung kesana suatu hari nanti. Lucunya, aku sempat salah kaprah menyebut semua negara Nordic sebagai Scandinavia, hingga kemudian seorang postcrosser bernama Sini meluruskan pemahamanku yang keliru.



Alhamdulillah, tak henti aku merasa bersyukur karena akhirnya dapat menginjakkan kaki di negeri yang kudambakan. Tak hanya sekedar berkunjung, namun tinggal. Menjalani hidup, hari demi hari, bulan demi bulan. Menjelajahi sudut lain bumi-Nya yang luas dan indah, menimba ilmu, menjalin persahabatan dengan manusia dari beragam sulu bangsa. Sungguh, nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan?

Dan petang ini aku pun tergerak untuk mengirimkan pesan kepada Sini.
Dear Sini,

I still remember a message from you almost 2 years ago (13/04/2011), when you received my postcard ID-9772:

"I hope that one day you will make it to Scandinavian countries and Finland (strictly speaking Finland doesn't belong to Scandinavia but Fenno-Scandia or Nordic countries)."

I always wrote the same hope on every postcard that I sent to postcrossers in Nordic countries, including you. Miraculously, my dream came true. I got scholarship to study in Stockholm, and now I have been living in Sweden for 7 months. I have visited Finland too and it was one of the best trips ever in my life.

Thank you for your best wishes. I hope you have great days ahead and hope to see you someday :)

Kram,
Sekar

Florence: Kota Kebangkitan Peradaban Klasik

10 Mar 2013

Catatan Perjalanan ke Italia #4

Pemandangan dari penginapan

Aku terbangun di tempat penginapan bekas biara itu dengan televisi yang masih menyala sejak semalam. Perempuan pembaca berita tengah menyajikan ramalan cuaca. Ia menyebut nama-nama kota utama di negeri itu. Di layar kaca, ikon matahari muncul bersisian dengan nama "Firenze". Diperkirakan suhu berkisar lima derajat celcius.

Setengah jam kemudian aku telah selesai mandi dan berdandan rapi. Pemanas ruangan kumatikan, lalu kubuka daun jendela kamar lebar-lebar. Udara dingin dan berkas sinar srengenge yang hangat pun menyelinap dari sela-sela teralis besi. Di atas sana, langit tampak biru cerah dengan sedikit kumulus yang bergerak pelan. Aku bisa melihat rumah-rumah bergenteng terakota dengan jejeran pohon jeruk klementin berbuah lebat. Dan di bawah sana, sepetak lapangan bola tampak berkilau karena embun. Aku tengah menjumpai pagi pertamaku di Italia... 

"Buon giorno," sapa petugas front-desk ketika kami muncul dari lorong lobby. Kuserahkan kunci kamar padanya. Barang bawaan kami tinggalkan di ruang penyimpanan.

Loading...